Posted by: Julie | April 30, 2008

Masalahnya adalah sebuah eksistensi

Eksistensi kb.hal berada; keberadaan. Apakah saya ada? Mengapa saya ada? Untuk apa saya ada? Apakah keberadaan saya diakui oleh semuanya? Dan apa yang harus saya lakukan jika ternyata saya tidak ada?

Invisible Mode List. Bagaimana jika nama saya masuk dalam list tersebut? Terlalu! Perempuan yang oh-sungguh-sangat-manis-seperti-saya-ini bisa-bisanya dimasukkan ke dalam list tersebut. Tidakkah kamu merasa kehilangan? Ah ya. Saya lupa. Kamu bisa melakukan apa saja. Sedangkan saya tidak. Poor me.

It’s a long road. Saya tahu. Saya mengerti. Jika itu satu-satunya jalan yang bisa saya tempuh untuk membuat keberadaan saya diakui oleh orang lain, kenapa tidak? Tapi perlu diingat, apakah begitu berharganya pengakuan dari orang lain?

Apakah, tanpa saya sadari, saya menginginkan hal itu? Menjadi tidak tampak di orang lain. Atau orang lain yang menjadi tidak tampak dihadapan saya lagi sehingga saya tidak perlu membalikkan badan begitu bertemu dengan orang lain yang tidak ingin saya lihat. Apa iya?

Apakah, disadari atau tidak, saya selalu menghindar dari sebuah pertanyaan atau pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke saya? Apakah saya tidak bisa menerima kenyataan yang hadir di depan saya? Apakah saya tidak boleh melakukan sebuah perjalanan panjang untuk menuju satu titik yang saya inginkan? Apakah saya harus memalingkan muka untuk sebuah eksistensi?

Bolehkah saya membuat satu dan lain hal menjadi eksis?


Responses

  1. wah, kalau saya malah pinginnya jadi invisible… enak tau! nyomot gorengan ga bayar…

  2. eksistensi. saya sedang mencari itu. kadang2 invisibility justru ancaman, sedangkan eksistensi adalah kubu perlindungan.

    Saya tau perasaanmu, On!

  3. eksistensi, dah didialogkan para folosof sejak jaman Yunani, sayapun jadi ragu, apa pertanyaan mereka sudah terjawab yah

  4. beruntungnya org2 yg msh berfikir ttg hal ini, yg pasti….hidup emg bth persinggahan sesaat buat redemption, smg bisa menikmati :lol:

  5. eksistensi itu kalo ngambil kuliah lagi setelah lulus D3 bukan begitu?jaaahhh..maap..maap OOT ini..hihiihii..

  6. bubba: bub, take me with you, to be an invisible man.

    eve: skip!

    tony: sampai sekarang saya juga masih bertanya2 tentang eksistensi :)

    lovesomatic: yah.. sepertinya saat ini saya butuh rumah persinggahan

    stey: huuusss.. sanah.. ngulang lagi sd nya sanah…

  7. baca Veronica memutuskan mati…

    novel tentang eksistensi yang mudah dipahami ^_^

  8. humm….hummm…rada berat niy….

    eksistensi diri dan invisible….

    dulu juga saya sangat kepikiran mbak…

    tapi lama2…ngapain juga…

    mending menganggap diri sendiri keren :mrgreen:

    *mode narsis ON*


Leave a response

Your response:

Categories