Posted by: Julie | March 31, 2008

Kamu

Hal-hal yang saya usahakan untuk menepatinya adalah:

  • mengatakan sesuatu apa adanya
  • tidak akan menggunakan icon :p jika sedang mengobrol dengannya di instant messenger
  • mengubah sesuatu yang jelek
  • tidak akan pergi begitu saja tanpa bilang
  • berusaha untuk tidak membuatnya merasa terbuang

Saya mempunyai kebiasaan baru di pagi hari, begitu sampai di kantor, ketika ruangan masih sepi aktivitas, saya berdiri di dekat jendela, memandangi kendaraan melintasi jalanan sudirman. Rasanya.. sangat menyenangkan ketika hidup terasa sulit..


Dua hari tidak berhubungan dengannya. Saya tahu, kesalahan ada pada saya. Dan tentunya, pembenaran diri sendiri pun mengalir begitu saja. Saya, telah terbiasa dengannya. Kehadirannya membuat saya membutuhkannya. Mungkin benar seperti yang ia bilang, saya menggunakannya menjadi parameter cinta saya kepada pacar. Mungkin saya menghadirkannya sebagai selingan karena hubungan saya dengan pacar sedang bermasalah. Sigh.

Hidup ini sudah susah. Pacaran saja sudah memusingkan. Kantor terlalu dingin untuk seorang yang bernama Julie. Kamar sudah bukan hak Julie untuk bernapas. Apa saya tidak berhak untuk mempunyai tempat dimana benar-benar milik saya? Dan ketika saya merasa nyaman berada dengannya, haruskah saya melepasnya juga?

Dia bilang, saya tidak bisa lepas dari pacar. Yes, that’s right. Bagaimana mungkin saya tega bilang putus sementara pacar bilang saya tidak memikirkan hubungan yang sudah cukup lama untuk merealisasikannya menjadi sebuah pernikahan? Sementara pacar sudah begitu baiknya kepada saya selama bertahun-tahun? Dan ketika saya merasa hutang budi saya terhadap pacar sudah menumpuk?

Siapa sih yang mau sakit? Saya tidak. Pacar tidak. Dia pun juga tidak. Mungkin ini yang harus saya pahami. Semakin lama saya tidak merubah cara pandang saya, kebiasaan saya, keegoisan saya, saya akan menyakiti pasangan saya. Semakin lama saya berhubungan dengannya – walaupun saya tahu dia mempunyai kontrol terhadap dirinya begitu besar, sooner or later dia akan tersakiti oleh saya karena masih bersama pacar.

Saya terbiasa padanya. Rasa kehilangan itu ada ketika tidak berhubungan dengannya. Hati ini dihinggapi rasa nyaman bila bersamanya. Tubuh menjadi hangat begitu mendengar suaranya. Senyuman selalu ada ketika menggodanya. Dan dia, selalu memberikan pandangan-pandangan yang terbaik buat saya tentang kehidupan. Mungkin terdengar omong kosong buat orang lain. Tapi saya tahu, saya merindukan hal itu. Suatu hal yang tidak bisa diberikan oleh pacar.

Seperti yang kamu bilang, meminta maaf adalah hal yang wajar bagi orang yang melakukan kesalahan, akan tetapi begitu susah melakukan hal yang baik.

Ah sudahlah. It’s time to go home.


Responses

  1. kalo saya sih, paling males liat jendela bergambar sudirman thamrin itu. apalagi kalo udah sore. rasanya hidup makin berat gitu liat jejeran kendaraan berebutan pulang…

  2. hmmm… I know that feeling. But, nobody’s perfect right?… kita gak bisa ngarapin seseorang sesempurna yg ada dalam bayangan kita. Jadi ketika kamu menemukan sesuatu dalam diri oranglain yg bisa membuat kamu nyaman… ya jalanin aja dulu… biar belajar makin banyak karakter. Bukan berarti kamu berselingkuh dari pasangan yg sekarang khan?… Selama kalian tetap menjaga ini sebgai satu pertemanan… well, i think that’s okay.

    BTW, saya geli baca commentnya si bubba diatas… duhh, anak ini selalu komen yg gak nyambung dengan topik… TAPI ASLI BERHASIL BIKIN GUE TERSENYUM SENDIRI… BUBBA… kemana sich loe bokkk, marah yach ama gue.. gara2 gue bilang loe koment selalu garing dan gak penting… Jangan marah dong… khan gue cuma becanda…

    Ehhh, tapi kok gue tulis disini sich, hahaha… Maaf ya Julie…. Gue copy paste ketempatnya si bubba dech… Thanks ya Jul… Keep fight for your happines!!!

    silly


Leave a response

Your response:

Categories